Saat pertama kali awal pertemuan tanpa kesengajaan itu terjadi, ketika tanpa aku sadari bahwa tanpa sepengetahuanmu, Aku yang memperhatikanmu dari jauh, Walaupun awalnya aku ragu untuk maju duluan mendekatimu, tetapi karena naluri seorang pria yang harus berani menerima resiko. Ku beranikan diri ini untuk mulai mendekatimu, walaupun gagal berkali-kali, Tidak mengapa, karena sebuah kata " tidak" darimu, berarti " berusaha lagi" buatku..
Aku bukanlah pria yang mudah menyerah pada keadaan, karena sejak dari kecil, aku selalu diajari akan kerasnya hidup, dan arti dari "Gagal Coba lagi" sudah pernah ku alami.. Dan sampai pada suatu hari, akhirnya kita mulai menjadi lebih dekat. Mengamati sisi satu sama lain, mencoba untuk berbagi cerita, berusaha saling membahagiakan dalam sebuah cerita.
Entah dimasa lalu, aku selalu bertemu dengan orang yang salah. Kehadiranmu benar-benar merubah segalanya.. Yap, aku bersyukur, aku temui engkau orang yang berbeda. Dimataku kamu begitu sempurna, tanpa cela.
Aku sadar, untuk saat ini kita masih terlalu cepat untuk membicarakan hal-hal yang serius. Tetapi aku mensyukuri cerita ini.
Cerita nanti biar nanti, syukuri ini dulu. Yap,. kita mencoba menjalani hubungan ini seperti orang dewasa. menjalaninya dengan seksama, Untuk akhirnya kita ihklaskan, tergantung kebijaksanaan Sang Maha Kuasa.
Aku bahagia menjalani cerita ini denganmu, cerita yang mengalir dengan biasa dan apa adanya. Cerita yang bahkan belum genap mencapai usia 100 harinya. Kita tahu, ini hanya suatu awal. Perjalanan masih sangat panjang, bukan?
Rasanya begitu mengesankan, ketika dua orang yang berbeda saling mencoba memasuki kehidupan satu sama lain. mencoba menggali diri yang lain, agar tidak menjadi orang lain. Agar bisa menjadi salah satu bagian dari kehidupan satu sama lain.
Belum banyak kenangan yang tercipta, hanya saja setiap hari yang dilalui benar-benar terasa berwarna. Mengais senyuman dan tawa, memahami, mengerti, belajar mempercayai, dan menjaga hati satu sama lain agar tetap utuh. Aku begitu menikmati cerita ini, cerita yang dipenuhi kesederhanaan dan tidak mengada-ada.
Kita mengerti, belum sepantasnya kita menjadi berlebihan dari segi rasa dan waktu, kita memahami, sekedar komunikasi biasa saja sudah sangat cukup menjalin cerita ini. Bahkan untuk bertemu pun kita kadang harus berpikir dua kali. Bukan karena cerita ini tidak menarik lagi, bukan karena rasa ini mulai hambar, BUKAN !! hanya saja, kita saling memahami, ada batas-batas tertentu yang perlu kita bentengi.
Kepadamu, aku benar-benar berterima kasih. Karena telah menjadi orang pertama yang nyata dalam cerita ini. Orang pertama yang kelak di masa depan, entah apa yang terjadi. Orang pertama yang bisa aku ceritakan dengan bangga di hadapan seluruh dunia.
Post By : Hanzwie


